KEDUDUKAN HARTA SESAN SETELAH TERJADINYA PERCERAIAN DALAM PERKAWINAN MASYARAKAT ADAT LAMPUNG PEPADUN (Studi Kepala Adat Kotabumi Ilir)

Noviani, Selvia (2021) KEDUDUKAN HARTA SESAN SETELAH TERJADINYA PERCERAIAN DALAM PERKAWINAN MASYARAKAT ADAT LAMPUNG PEPADUN (Studi Kepala Adat Kotabumi Ilir). Other thesis, Universitas Muhammadiyah Kotabumi.

[img] Text
COVER SELVIA.pdf

Download (458kB)
[img] Text
BAB 1 SELVIA.pdf

Download (162kB)
[img] Text
BAB 2 SELVIA.pdf

Download (277kB)
[img] Text
BAB 3 SELVIA.pdf

Download (101kB)
[img] Text
BAB 4&5 SELVIA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (243kB)
[img] Text
REFERENSI SELVIA.pdf

Download (143kB)

Abstract

Masyarakat Pepadun memandang perkawinan sebagai satu pranata yang bersifat sakral, karena menyangkut legitimasi hubungan sepasang manusia berlainan jenis dihadapan Tuhan. Selain itu perkawinan juga melibatkan kerabat dari keluarga kedua belah pihak. Oleh karena itu masalah perkawinan ini juga telah diatur sedemikian rupa dalam ketentuan adat setempat Marga nunyai adalah salah satu bagian dari masyarakat adat Abung Siwo Migo yang berada di Kabupaten Lampung Utara, Propinsi Lampung, dan menganut prinsip garis keturunan bapak (patrilineal), dimana anak laki-laki tertua dari keturunan tertua memegang kekuasaan adat yang mewarisi kepemimpinan ayah sebagai kepala keluarga atau kepala kerabat keturunan.

Makna Sesan adalah harta bawaan istri yang diberikan oleh orang tua dan kerabatnya saat ia menikah, sebagai tanda kasih sayang dan pemberian terakhir sebagai seorang gadis.

Perceraian adalah putusnya ikatan perkawinan antara suami isteri dengan keputusan pengadilan dan ada cukup alasan bahwa diantara suami isteri tidak akan dapat hidup rukun lagi sebagai suami isteri Perceraian yang terjadi karena keputusan Pengadilan Agama dapat terjadi karena talak atau gugatan perceraian serta telah cukup adanya alasan yang ditentukan oleh undang-undang setelah tidak berhasil didamaikan antara suami-isteri tersebut (Pasal 114, Pasal 115 dan Pasal116 KHI).

Masyarakat Lampung sebagai salah satu suku di Indonesia yang bertempat tinggal diujung Selatan Pulau Sumatera, memiliki filsafah atau pandangan hidup piil pesenggiri. Masyarakat Lampung pada dasarnya dapat dibedakan dalam dua golongan masyarakat adat yaitu golongan masyarakat saibatin dan masyarakat Lampung Pepadun.

Pendekatan masalah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan mengadakan pendektan empiris dengan kata lain adalah jenis penelitian hukum sosiologis dan dapat disebut pula dengan penelitian lapangan, yaitu mengkaji ketentuan hukum yang berlaku serta apa yang terjadi dalam kenyataa dimasyarakat.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial > S-1 Hukum
Depositing User: Jefri Ramdani
Date Deposited: 09 Sep 2021 07:56
Last Modified: 14 Sep 2021 04:15
URI: http://repository.umko.ac.id/id/eprint/149

Actions (login required)

View Item View Item