Haryadi, Slamet INTEGRASI ILMU HUKUM PIDANA DAN MORAL: PENYEMAIAN NILAI-NILAI SPIRITUAL DAN HUMANIS PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA (TELAAH KONSTRUKTIVISME DALAM MEMBANGUN KULTUR HUKUM). UNSPECIFIED. UNSPECIFIED.
|
Text
Pemikiran hukum spiritual.pdf - Draft Version Download (8MB) |
Abstract
Aparat penegak hukum, menegakkan hukum dengan kesungguhan dan bertanggung jawab, merupakan contoh teladan bagi aparat, sekaligus teladan bagi masyarakat. Memahamkan ilmu hukum tidak terlepas dari usaha dalam kaitannya menegakkan nilai-nilai keilmuan dalam penegakan hukum berkaitan erat dengan mengatur perilaku manusia dalam penegakan hukum, yakni kegiatan penggagasan berpikir baru untuk memecahkan permasalahan yang tengah dikaji dengan jawaban yang semakin baik, tepat, dan cermat dalam menempatkan eksistensi manusia sebagai subjek perbaikan. Sedangkan memahamkan moral tidak terlepas dari usaha-usaha rasional meletakkan penilaian baik dan buruk menjadi dasar dan keyakinan sebagai pelaksanaan tuntunan Tuhan dalam menjalankan agama. Harapan masyarakat, aparat menjadi benteng pertahanan dan pencegahan dalam penegakan hukum. Kenyataan aparat penegak hukum yang notabenenya memiliki kekuasaan untuk menerapkan dan melaksanakan hukum, cenderung berpikir hukum parsial, selain dihinggapi penyakit korupsi (suap). Memadukan ilmu hukum pidana dan moral dalam konsep integrasi tidak saja membentengi watak penegakan hukum Indonesia yang religius bermoral, melainkan upaya menjawab kegagalan penegakan hukum pidana. Dalam pengertian integrasi, maka gambaran hukum tampak nyata, sifatnya yang relatif dan kontekstual. Dengan kata lain, hukum dipahami sebagai konstruksi mental yang bersifat relatif, majemuk, beragam, intangible, lokal, dan spesifik. Penyemaian nilai-nilai spiritual dan humanis sebagai bagian kultur hukum aparat penegak hukum dimaknai dan dihayati secara mendalam. Sistem hukum nasional harus menjadi pijakan untuk membangun kembali sistem penegakan hukum Indonesia yang berbasis pada Pancasila dengan penegasan, yaitu: (1) filsafat, teori, dan ilmu hukum baru yang memiliki, (2) landasan religiusitas Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Muhammadiyah, Kotabumi.
| Item Type: | Monograph (UNSPECIFIED) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial |
| Depositing User: | Hartono |
| Date Deposited: | 27 Jul 2023 03:39 |
| Last Modified: | 27 Jul 2023 03:39 |
| URI: | http://repository.umko.ac.id/id/eprint/299 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
