Nagara, Stia (2025) ANALISIS PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEREMPUAN KORBAN KEJAHATAN SEKSUAL DALAM PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA. Other ['eprint_typename_thesis_cite' not defined], Universitas Muhammadiyah Kotabumi.
COVER.pdf - Published Version
Download (320kB)
BAB 1.pdf - Published Version
Download (169kB)
BAB 2.pdf - Published Version
Download (149kB)
BAB 3.pdf - Published Version
['document_security_info' not defined] Registered users only
Download (9kB)
Gabungan.pdf - Published Version
['document_security_info' not defined] Registered users only
Download (350kB)
Abstract
Perempuan adalah istilah untuk jenis kelamin manusia yang berbeda dengan laki-laki.
Dalam tinjauan Etimologis, kata perempuan berasal dari kata empu yang berarti tuan, orang
yang mahir/berkuasa ataupun kepala, hulu atau yang paling besar,empu jari atau ibu jari,
empu gending atau orang yang mahir mencipta kembang. Kata perempuan berhubungan
dengan kata ampu sokong, memerintah, penyangga, penjaga keselamatan.. Perumusan
masalah Bagaimana Perspektif Hak Asasi Manusia Mempengaruhi Kebijakan
Perlindungan Hukum Bagi Perempuan Korban Kejahatan Seksual, Apa saja
kendala dalam Implementasi Perlindungan Hukum Bagi Perempuan Korban
Kejahatan Seksual. Metode pendekatan dalam penelitian ini Menggunakan penelitian
yuridis normatif. Pendekatan yuridis normatif adalah penelitian hukum kepustakaan yang
dilakukan dengan cara meneliti bahan-bahankepustakaan atau data sekunder. Perspektif
Hak Asasi Manusia Mempengaruhi Kebijakan Perlindungan Hukum Bagi
Perempuan Korban Kejahatan Seksual. Perspektif Hak Asasi Manusia (HAM)
memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan perlindungan hukum bagi perempuan
korban kejahatan seksual. Prinsip-prinsip HAM, seperti kesetaraan, keadilan, dan
perlindungan terhadap individu yang rentan, menjadi landasan penting dalam
merumuskan kebijakan hukum yang melindungi perempuan dari kekerasan seksual.
Kendala Dalam Implementasi Perlindungan Hukum Bagi Perempuan Korban
Kejahatan Seksual, Implementasi perlindungan hukum bagi perempuan korban
kejahatan seksual menghadapi berbagai kendala yang menghambat efektivitas
kebijakan dan sistem hukum dalam memberikan perlindungan yang maksimal.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan implementasi perlindungan hukum
bagi perempuan korban kejahatan seksual dapat lebih efektif dan memberikan rasa
aman bagi korban untuk mencari keadilan. Perspektif hak asasi manusia memiliki
pengaruh besar dalam membentuk kebijakan perlindungan hukum bagi perempuan
korban kejahatan seksual. Kebijakan yang berbasis pada prinsip-prinsip HAM tidak
hanya menuntut penghormatan terhadap hak korban untuk hidup bebas dari
kekerasan, tetapi juga memastikan bahwa korban mendapatkan akses yang adil dan
setara terhadap keadilan, serta dukungan yang diperlukan untuk pemulihan fisik dan
psikologis. Diharapkan perlindungan hukum bagi perempuan korban kejahatan
seksual dapat lebih efektif, sesuai dengan prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia, dan
mampu memberikan rasa aman, keadilan, serta pemulihan bagi korban.
Kata Kunci: Kejahatan Seksual Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > KF United States Federal Law |
| Divisions: | Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial > S-1 Hukum |
| Depositing User: | Faris Faris |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 02:23 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 02:23 |
| URI: | https://repository.umko.ac.id/id/eprint/547 |
![View Item['Plugin/Screen:render_action_img_suffix' not defined] View Item](/style/images/action_view.png)